LENTERAINVESTIGASI.COM
MAMASA – Kantor Bupati Mamasa kini kembai jadi sorotan. Pasalnya, pihak Sub Kontraktor telah beberapakali dijanji oleh pihak Kontraktor untuk dibayarkan, namun kendalanya karena pihak kontraktor juga baru dibayarkan sekitar 30% pada akhir 2024.
Hal itu disampaikan oleh Geradus sebagaiit’s pihak Subkontraktor saat di konfirmasi di Mamasa. Jumat (17/10/2025)
Diketahui pekerjaan tersebut dikerjakan tahun 2024 oleh saudara S dengan CV.Wali Putra Selatan.
Namun pada saat itu karena kekurangan dana sehingga meminta bantuan kepada Geradus selaku Sub Kontraktor dengan perjanjian akan membayar setelah dananya dicairkan/dibayarkan oleh Pemda.
Terakhir Geradus dijanji oleh Pihak Kontraktor setelah APBD perubahan dimana S selaku kontraktor katanya menunggu DPA keluar.
“Selaku Subkontraktor sebenarnya sudah hampir pasrah apa boleh buat kami anggap musibah kalau tidak akan dibayarkan, hanya menyayangkan ternyata ada beberapa pekerjaan yg juga pekerjaan tahun 2024 konon katanya sudah dibayarkan pada anggaran pokok,” ujar Geradus
Menurutnya, ada beberapa item pekerjaan yang telah di kerjakan di Kantor Bupati Mamasa
“Apaboleh buat kalau memang sudah tidak akan dibayarkan oleh pihak Pemda ke Kontraktornya ya kami juga tidak mungkin mau mendesak pihak saudara S kasihan karena yang bersangkutan pun kami ketahui sudah kiri kanan urus pencairan demi membayar kloset kami. Kurang lebih 28 kloset, 12 Westafel seluruh kran, Urinear termasuk Toilet dan westafel ruangan pak Bupati,” pungkas Geradus.
Lebih lanjut, Geradus menegaskan bahwa ia akan melakukan pembongkaran jika tidak segera di bayarkan
“Sampai saat ini kami tinggal menunggu informasi dari saudara S selalu pihak kontraktor yg juga meyakini bahwa akan dibayarkan setelah DPA keluar, karena tentunya kloset hal yang sangat penting dikantor bupati yg hampir 2 tahun kloset, westafel jendela kami sudah digunakan oleh Pemda, namun kalau memang tidak terakomodir lagi maka yah kami pasrah apaboleh buat dan kami akan bongkar saja untuk disumbangkan saja ke keluarga yang membutuhkan meskipun kami masih memiliki sangkutan kepada para tukang tapi yah itu sudah resiko dari kami selaku subkontraktor, tentunya kita tetap masih yakin bahwa pemerintahan WS-Hadir tentunya mampu untuk mengatasi hal tersebut. Tegas Geradus
Hingga berita ini rilis, belum ada konfirmasi dari pihak Pemda dan pihak Kontraktor.
Laporan : RIKI



