LENTERINVESTIGASI.COM
MAMASA– Bupati Mamasa bersama kadis DLHK didampingi kabid lingkungan hidup dan pengelolaan sampah, dan kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mamasa, melakukam audiens bersama masyarakat Desa Rantepuang dan Mellangkenapang usai melakukan aksi penutupan TPA Salubue. Kamis(21/8/2025)
Audiens dilakukan di ruang tamu rujab bupati, disaksikan dua anggota DPRD Mamasa, Resky Masran dan Darius To’tuan selaku penyambung aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan ini, Yohanis menyampaikan tiga tuntutannya yakni segera menutup TPA Salubue, memperbaiki drainase dari Pandosoan ke TPA, dan perbaikan jalan daei persimpangan jalan poros ke TPA Salubue.
“Kami datang dengan membawa tiga tuntutan yakni, segera lakukan penutupan TPA salubue, memperbaiki drainase dari pandodoan ke TPA, dan perbaikan jalan dari persimpangan jalan poros ke TPA salubue” ucapnya kepada
“Harapan kami”, lanjut Yohanis, “apa yang menjadi kesepakan hari ini semoga menjadi kesepakatan yang bisa dipegang dan dipertanggung jawabkan oleh pemerintah” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Mamasa, Welem Sambangi kepada Awak Media menyampaikan tanggapannya terhadap masyarakat yang melakukan audiens.
“Hasil kesepakatan kami bersama aliansi masyarakat desa Rantepuang dan Mellangkenapadang adalah TPA salubue tetap kita fungsikan sampa kepada tersedianya TPA Salurano yang ada di kecamatan tandukkalua’. Dampak yang ditimbulkan oleh TPA salubue dalam hal ini akses jalan yang sangat parah sebagai jalur ekonomi, sosial kemasyarakatan dan jalur pendidikan, sangat perlu mendapatkan perhatian pemerintah khususnya dari jalan poros menuju TPA salube.” kata Welem kepada Jurnalis
Sanjutnya, bupati mamasa akan meninjau langsung pembenahan TPA Salurano di kecamatan tandukkalua’.
Laporan :PRASUTA



