LENTERAINVESTIGASI.COM, MAMASA –Pemerintah Kabupaten Mamasa menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosandi) Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan, saat memberikan arahan dalam Apel Senin di Kantor Gabungan Dinas, Senin (12/10/2026).
Dalam arahannya, Ernesto menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRD Kabupaten Mamasa telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 67 kasus karhutla yang menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
Menurutmya penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Masyarakat harus terus diajak untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan demi menjaga keseimbangan ekosistem serta menghindari dampak pencemaran udara”, pesan Ernesto
Ancaman Pencemaran Udara Jadi Perhatian
Ernesto juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah ancaman pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Beberapa hari sebelumnya, Kabupaten Mamasa sempat mendapatkan status kualitas “Sangat Tidak Sehat” dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dan mengganggu kualitas hidup.
Oleh karena itu, langkah pencegahan harus terus diperkuat secara masif, terkoordinasi, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Apresiasi untuk Petugas di Lapangan
Pada kesempatan yang sama, Ernesto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur yang selama ini terlibat aktif dalam penanganan karhutla di Kabupaten Mamasa.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Terpadu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, serta jajaran TNI dan Polri yang terus bekerja keras dalam upaya penanganan kebakaran di lapangan.
Dedikasi dan kerja sama lintas sektor tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi karhutla sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Bupati Panggil Seluruh Kepala Desa
Sebelum menutup arahannya, Ernesto menyampaikan bahwa pada hari yang sama, Bupati Mamasa telah memanggil seluruh kepala desa untuk mengikuti arahan secara langsung tanpa diwakili.
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi hingga tingkat desa, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta mendorong pelibatan masyarakat secara aktif.
Keterlibatan kepala desa menjadi langkah strategis karena pemerintah desa berada paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, melakukan sosialisasi, serta menggerakkan warga untuk menjaga lingkungan.
Jaga Alam, Lindungi Masa Depan
Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD, petugas penanggulangan bencana, pemerintah desa, dan masyarakat dapat semakin diperkuat.
Dengan kerja sama yang solid dan kepedulian bersama, upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan diharapkan berjalan lebih efektif, kualitas udara tetap terjaga, serta kelestarian alam Mamasa dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Laporan : PRA